HLN-127 Inhibitor Korosi Penetralisir untuk Unit Distilasi Atmosfer dan Vakum
Fitur Produk
- Kontrol pH: Mempertahankan pH air kondensasi dalam kisaran 5,5 hingga 6,0, menyeimbangkan korosi asam dan korosi di bawah kerak yang disebabkan oleh NH4Cl dan FeS.
- Performa Efisien: Mengurangi konsumsi bahan aktif hingga lebih dari 20% dibandingkan produk sejenis, mencapai tingkat penghambatan korosi ≥90%.
- Anti-Emulsifikasi: Meminimalkan kecenderungan air kondensasi untuk membentuk emulsi, menurunkan kadar minyak dan COD dalam fase air.
- Aman bagi Lingkungan: Bebas dari logam dan unsur berbahaya, sehingga tidak menimbulkan dampak buruk pada unit pengolahan hilir atau sistem pengolahan air limbah.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Indikator Teknis | Metode Pengujian |
| Penampilan | Cairan berwarna cokelat | Inspeksi Visual |
| Kelarutan | Dapat bercampur dengan air dalam rasio apa pun. | Inspeksi Visual |
| Kepadatan (20℃, kg/m³) | 950~1050 | GB/T 13377 |
| Titik Beku (℃) | ≤-20 | GB/T 510 |
| Viskositas Kinematik (40℃, mm²/s) | ≤20 | GB/T 265 |
| pH (larutan berair 10%) | ≥11,0 | SH/T 0069 |
| Tingkat Penghambatan Korosi (%) | ≥90 | Q/SHCG109-2017Lampiran A |
| Kadar air (%) | Nilai yang Dilaporkan | SH/T 0246 |
Aplikasi
- Pengendalian Korosi: Melindungi terhadap korosi HCl-H2S-H2O pada sistem pendingin kondensasi bagian atas unit distilasi atmosfer dan vakum.
- Pencegahan Kerak: Mencegah pembentukan kerak amonium klorida (NH4Cl) dan besi sulfida (FeS), menghindari korosi sekunder dan memastikan umur pakai peralatan yang lebih panjang.
Petunjuk Penggunaan
1. **Persiapan:** Pompa produk ke dalam tangki penyimpanan penghambat korosi dan encerkan dengan air demineralisasi atau air yang telah dihilangkan oksigennya hingga mencapai konsentrasi yang dibutuhkan.
2. **Titik Injeksi:** Gunakan pompa pengukur untuk menyuntikkan inhibitor sebelum titik injeksi air pada saluran penguapan di bagian atas kolom distilasi, idealnya dekat dengan titik embun.
3. **Dosis:** Sesuaikan laju injeksi untuk menjaga pH kondensat antara 5,5 dan 8,0. Dosis tipikal: 10-40 ppm (relatif terhadap minyak mentah). Dosis awal dapat ditingkatkan untuk mencapai keseimbangan adsorpsi.
4. **Penyesuaian Khusus:** Ubah laju injeksi berdasarkan sifat minyak mentah (kandungan klorin dan sulfur organik), kadar ion klorida kondensat, dan data pemantauan korosi.
Jaminan Kinerja
- Mempertahankan konsentrasi ion besi dalam air kondensasi pada titik-titik kritis (misalnya, menara distilasi primer, menara atmosfer, dan puncak menara vakum) ≤3 mg/L.
- Tidak menyebabkan emulsifikasi atau memengaruhi pemisahan minyak-air, stabilitas perangkat, atau kualitas produk.
- Tidak ada dampak negatif pada unit pengolahan hilir atau sistem pengolahan air limbah.
- Dosis yang Direkomendasikan: Berdasarkan sifat-sifat minyak mentah, tabel berikut memberikan panduan mengenai laju injeksi penetralisir.
Tabel Dosis yang Direkomendasikan
| Kandungan Klorin Organik (mg/L) | Kandungan Sulfur (wt%) | Dosis Injeksi yang Direkomendasikan (μg/g) |
| ≤10 | ≤1.0 | 10-20 |
| ≤10 | 1.0-2.0 | 15-25 |
| ≤10 | ≥2.0 | 20-30 |
| 10-30 | ≤1.0 | 15-25 |
| 10-30 | 1.0-2.0 | 20-30 |
| 10-30 | ≥2.0 | 25-35 |
| ≥30 | ≤1.0 | 20-30 |
| ≥30 | 1.0-2.0 | 25-35 |
| ≥30 | ≥2.0 | 30-40 |
Pengemasan, Penyimpanan, dan Keamanan
- Kemasan: Tersedia dalam drum plastik 25L, drum besi atau plastik 200L, atau barel IBC ton.
- Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi pada suhu ruangan. Masa simpan: 2 tahun.
- Keselamatan: Jauhkan dari sumber api. Lihat Lembar Data Keselamatan Bahan (MSDS) untuk informasi keselamatan tambahan.


