Inquiry
Form loading...
Analisis Penawaran dan Permintaan Pasar Polietilen: Meningkatnya Tekanan Pasokan pada Kuartal I 2025
Berita Industri
Kategori Berita
Berita Unggulan

Analisis Penawaran dan Permintaan Pasar Polietilen: Meningkatnya Tekanan Pasokan pada Kuartal I 2025

19 Februari 2025

Perkenalan

Dengan terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, prospek pasar impor polietilen (PE) China telah memicu kekhawatiran yang cukup besar. Kekhawatiran ini terutama berasal dari peningkatan ketegangan perdagangan AS-China selama masa jabatan Trump sebelumnya, yang secara signifikan berdampak pada tarif produk kimia dan plastik serta menyebabkan penyesuaian rantai pasokan.

Dampak Sengketa Perdagangan

Kebijakan perdagangan Trump dapat semakin memperburuk hubungan perdagangan AS-Tiongkok. Usulan seperti tarif komprehensif 10% untuk hampir semua impor AS, tarif seragam 60% untuk barang-barang Tiongkok, dan bea masuk terarah lainnya dapat merugikan. Jika diterapkan, langkah-langkah ini dapat membahayakan konsumen dan bisnis AS, menekan perekonomian, dan mengancam lapangan kerja. Bagi Tiongkok, kebijakan ini dapat menyebabkan penurunan volume ekspor yang signifikan ke AS.

Pertumbuhan Kapasitas dan Pasar Impor

Terlepas dari sengketa perdagangan, kapasitas produksi polietilen (PE) China terus meningkat. Selama tahun 2023-2024, impor bersih PE China pulih dibandingkan tahun 2022. Pada Oktober 2024, China telah mengimpor sekitar 12 juta ton PE, dengan total impor untuk tahun tersebut diperkirakan akan melampaui level tahun 2023. Tren ini sebagian disebabkan oleh penundaan dalam pengoperasian kapasitas domestik baru. Kapasitas produksi PE China pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 31,8 juta ton, yang mewakili peningkatan moderat sebesar 2% dari tahun sebelumnya.

berita4.jpg


Menjelang tahun 2025, Tiongkok diperkirakan akan mengalami lonjakan kapasitas produksi PE baru, dengan pertumbuhan yang diantisipasi melebihi 19%. Para produsen berfokus pada pasar khusus, termasuk polietilen metalosena (mPE), elastomer poliolefin (POE), dan polietilen berat molekul ultra tinggi (UHMWPE). Hal ini kemungkinan akan semakin meningkatkan swasembada PE Tiongkok dan mengintensifkan persaingan di pasar impor.

Pengaruh Pasokan AS

Amerika Serikat tetap menjadi salah satu sumber utama impor PE bagi China, menyumbang sekitar 18% dari total impor antara Januari dan Oktober 2024. Meskipun impor PE China secara keseluruhan menurun, pangsa AS meningkat karena kapasitas produksi yang terus bertambah dan keunggulan biaya dari bahan baku berbasis etana.

Amerika Serikat menempati posisi yang sangat kompetitif pada kurva biaya PE global. Pada tahun 2025, kapasitas produksi PE AS diperkirakan akan mendekati 25,5 juta ton, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 4,8% dari tahun 2018 hingga 2025. Hal ini menjadikan AS sebagai eksportir PE global utama, dan semakin memperluas pangsa pasarnya di Tiongkok.

berita5.jpg

Kesimpulan

Pada kuartal pertama tahun 2025, seiring dengan peningkatan produksi fasilitas yang baru dioperasikan dan dimulainya kembali operasi pabrik yang sebelumnya tidak beroperasi, tekanan pasokan PE diperkirakan akan meningkat, mengakibatkan keseimbangan pasokan-permintaan yang lebih longgar dan tekanan ke bawah pada harga spot. Konflik pasokan-permintaan kemungkinan akan mencapai puncaknya pada bulan Januari, menyebabkan penurunan keuntungan produksi. Pada bulan Februari dan Maret, penutupan sementara pabrik diperkirakan akan meningkat, memberikan sedikit keringanan terhadap tekanan pasokan. Namun, pasar secara keseluruhan akan tetap berada dalam kondisi kelebihan pasokan.

(Konten dan gambar bersumber dari internet.)